Roadshow BacktoBALI.id Dimulai dari Kabupaten Karangasem

Workshop bertema “Taking the Lead on Bali’s Economic Recovery” yang digelar BacktoBALI.id pada tanggal 27 Januari 2022 mendapatkan respon sangat positif. Antusiasme para pelaku usaha terutama dari industri pariwisata yang sudah dua tahun terpuruk didera pandemi tercermin dari permintaan dari sejumlah asosiasi usaha dan asosiasi profesi di sektor ini untuk melaksanakan pelatihan yang lebih teknis bagi anggota-anggotanya sehingga dapat segera bergabung dan mendapatkan manfaat dari keberadaan portal BacktoBALI.id

Tanpa perlu diskusi panjang dan persiapan berlama-lama, bersama dengan sejumlah pengurus asosiasi pariwisata menyepakati program Roadshow BacktoBALI.id ke seluruh wilayah Bali. Untuk diketahui, Provinsi Bali memiliki 9 kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar.


Rangkaian Roadshow BacktoBALI.id ke 9 kabupaten dan kota di seluruh Bali ini diawali dari Karangasem pada tanggal 9 dan 10 Februari 2022.

Pemilihan kabupaten di ujung timur Pulau Bali sebagai titik awal Roadshow BacktoBALI.id bukan tanpa alasan. Dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Bali, keterpurukan industri pariwisata Karangasem boleh dikatakan paling parah. Salah satu alasannya adalah karena daya tarik wisata utama Karangasem selama ini lebih banyak disukai wisatawan mancanegara. Karena itu keikutsertaan para pelaku usaha pariwisata dalam program BacktoBALI.id juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan wisatawan domestik.

Bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Karangasem dan Himpunan Wirausaha Karangasem (HiWiKa) BacktoBALI.id menyelenggarakan workshop bertajuk “Marketing Digital Kepariwisataan dan UMKM” yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep, mekanisme kerja, dan manfaat BacktoBALI.id, memberikan pengetahuan tentang digital marketing melalui viralitas media sosial, dan praktek.

Dalam sesi praktek, peserta langsung dipandu untuk bersama-sama mendaftarkan usahanya, mempromosikan produknya, dan mempraktekan cara untuk memproses penjualan, “redeem” voucher, dan penarikan dana sehingga ketika nanti terjadi penjualan mereka sudah tahu persis apa yang harus dilakukannya.


Hari pertama workshop dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati karangasem dan diikuti oleh 100 pelaku usaha pada industri pariwisata. Pada acara tersebut, disaksikan para pejabat daerah terkait, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BacktoBALI.id dengan Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Karangasem, DPC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, dan Himpunan Wirausaha Karangasem (HiWiKa). Hari kedua workshop dilaksanakan di Wantilan Museum Pustaka Lontar Karangasem dan diikuti oleh 100 UMKM.

Sayangnya pembatasan berkenaan dengan pemberlakuan PPKM yang memaksa acara-acara dilaksanakan dengan jumlah peserta maksimal 25% dari kapasitas tempat membuat hanya 30 orang peserta hadir langsung pada masing-masing sesi sementara sisanya mengikuti workshop secara daring. Untungnya pembatasan itu tidak menyurutkan antusiasme para peserta untuk mulai menggerakan roda usahanya melalui pemanfaatan portal BacktoBALI.id

Kedua sesi berlangsung sangat dinamis dan penuh optimisme. Di akhir acara para pelaku usaha peserta workshop sudah bergabung menjadi merchant BacktoBALI.id Mereka juga bergabung di dalam kelompok diskusi melalui aplikasi Whatsapp dimana mereka bisa berdiskusi langsung dengan para pemandu dari BacktoBALI.id untuk memastikan semua dapat memanfaatkan portal BacktoBALI.id tanpa hambatan.

Roadshow BacktoBALI.id masih jauh dari garis finish. Seri kedua akan segera dilaksanakan di kabupaten berikutnya.